Akademisi: Jadikan Momentum Kemerdekaan RI Untuk Kebangkitan Sektor Pertanian

0
43

JAKARTA, ChannelOne23.com  РSektor pertanian diharapkan menjadi sektor penunjang bagi perbaikan ekonomi nasional. Sektor ini diharapkam menjadi penyelamat krisis atas penyebaran pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia. Tak bisa dipungkiri, logistik perut adalah faktor utama dari sebuah kemerdekaan.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Sahara mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia melakukan transformasi ekonomi dengan menjadikan sektor pertanian sebagai leading sektor. Pertania, kata Sahara, merupakan perjuangan dan cita-cita yang harus menjadi tujuan kebangkitan.

“Momentum kemerdekaan ini harus kita jadikan penanda bahwa pertanian Indonesia mengalami kebangkitan, dimana sektor pertanian menjadi tonggak utama dalam transformasi perekonomian Indonesia,” ujar Sahara, Senin, 17 Agustus 2020.

Menurut Sahara, Indonesia diharapakan terus konsisten dalam melaksanakan tranformasi untuk menjamin ketersediaan pangan dalam negeri, bahkan untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

“Ini sudah dilakukan oleh Australia dimana mereka konsisten dengan konsep transformation within agricurture sector. Sehingga tidak mengherankan jika sektor pertanian di Australia maju pesat. Dan jika ini diterapkan di Indonesia maka cita-cita untuk menjadi lumbung pangan dunia segera tercapai,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Sujarwo, menilai bahwa kesadaran pemerintah akan pentingnya sektor pertanian semakin tumbuh. Oleh karena itu, perjuangan semacam ini sebaiknya terus dipupuk agar pangan nasional tersedia dengan baik.

“Semangat kemerdekaan ini harus dimaknai pada kemerdekaan sektor pertanian, dimana sektor pangan merupakan logistik para pejuang untuk membebaskan bangsa dari penjajahan dan meraih kemerdekaan dengan kebersamaan dalam kebhinekaan,” katanya.

“Selain itu, sektor pertanian juga berkontribusi pada persatuan dan tekad memajukan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan bermartabat, serta berkekuatan dalam pembangunan bangsa secara utuh dan mandiri,” katanya.

Lebih lanjut, kata Sujarwo, akselerasi pembangunan pertanian menjadi sangat powerful dan berdampak pada pembangunan ekonomi nasional. Hal ini akan lebih baik jika pemerintah mampu melakukan strategi yang optimal untuk menggerakkan sektor pertanian dengan mendorong produksi dan konsumsi produk pertanian.

“Tetapi juga investasi di sektor pertanian yang berimplikasi pada swasembada pangan dan penguatan ekspor produk pertanian. Strategi ini, yang dapat diimplementasikan dengan baik, akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa dengan fundamental ekonomi yang kuat berbasis kekuatan kerakyatan dan mampu mendorong tumbuhnya perekonomian nasional secara keseluruhan,” katanya.

Sujarwo berharap, momentum Kemerdekaan RI yang ke-75 ini mampu mengangkat harkat martabat sektor pertanian untuk semakin kuat dengan meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran.

“Kemudiam meningkatnya kapasitas kelembagaan dan jangkauan pasar yang lebih luas serta terpadunya atau harmonisme kepentingan petani dan kebijakan pemerintah untuk kebutuhan yang semakin berkembang,” katanya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa PDB sektor pertanian pada triwullan II 2020 tumbuh sebesar 16,2 persen jika dibading kuartal sebelumnya (QoQ). Bahkan tahun sebelumnya, sektor pertanian juga tumbuh positif hingga 2,19 persen (YoY). Pertumbuhan ini sekaligus membuat kontribusinya terhadap ekonomi nasional juga ikut menguat.

Selain PDB, faktor lainnya adalah peningkatan ekspor. Ekspor pertanian pada bulan April 2020 berdasarkan data BPS mencapai US$0,28 miliar atau tumbuh 12,66 persen (YoY). Bahkan, sejak 2019 sampai Maret 2020, nilai kenaikan ekspor pertania…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here