Gaji Rp40 Juta, Lowongan Ini Jadi Petugas Uji Swab Coronavirus

0
149

SINGAPURA, ChannelOne23.com – Pandemi Coronavirus merambah dengan cepat. Kasus positif tak terhentikan dengan data berbagai negara. Namun, kabar baik, ada negara yang sudah rendah kasus positif Covid-19. Berbagai upaya memutus penyebaran virus ini. Seperti Kementerian Kesehatan Singapura baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meningkatkan jumlah pengujian tes COVID-19.

Negeri Singa membidik angka 40.000 tes per hari guna mendeteksi dini penyebaran virus corona. Namun, untuk melancarkan misi berskala besar tersebut maka Singapura membutuhkan lebih banyak tenaga pelayanan dari tes ini.

Mereka pun berani menyodorkan bayaran yang layak untuk proyek tersebut.

Halaman situs Kementerian Kesehatan Singapura, nantinya para petugas yang direkrut untuk melayani pengujian tes swab COVID-19 dijanjikan gaji fantastis.

Bagaimana tidak fantastis, mereka yang nanti direkrut menjadi petugas tes swab bakal menerima pendapatan hingga 3.800 dolar Singapura atau sekitar Rp39.754.518 per bulan.

Ini cukup menggembirakan dari pengumuman wacana lowongan tersebut. Bagi para pelamar yang akan bersedia mengisi posisi tersebut tidak perlu memiliki pengalaman dalam perawatan kesehatan untuk memenuhi syarat untuk pekerjaan ini.

Namun, lowongan ini harus berstatus kewarganegaraan Singapura untuk melamar posisi ini. Semua pelamar yang berhasil terpilih akan diberikan pelatihan seperti yang dikatakan di situs SG Healthcare Corps.

Adapun lowongan pekerjaan tersedia yakni untuk asisten swab dan swabbers, di mana informasi tersebut telah dirilis ke publik oleh Employment and Employability Institute (e2i), sebuah divisi di bawah National Union Trades Union Congress (NTUC), seperti yang dilansir Today Online.

Setelah mereka dipekerjakan, mereka akan memulai sebagai asisten swab dengan penghasilan awal sekitar 3.400 dolar Singapura atau Rp35,5 juta sebulan. Jika mampu memenuhi kualifikasi yang ditentukan, maka ia akan dipromosikan menjadi swabber dengan penghasilan sebesar 3.800 dolar Singapura atau Rp39,7 juta sebulan.

Dan jika mereka juga berprestasi baik, mereka mungkin ditempatkan di fasilitas karantina pemerintah, fasilitas pemulihan komunitas, panti jompo dan tempat umum lainnya.

Pelamar yang nantinya dipekerjakan akan bekerja 6 hari seminggu selama setengah tahun, dengan opsi untuk memperpanjang layanan mereka selama 3 bulan lagi setelah 6 bulan bekerja.

(Dhirga Erlangga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here