Gelar Seminar Nasional, FISIP Unhas Bahas Pilkada 2020 Yang Berintegritas

0
159

Makassar, ChannelOne23.com – Universitas Hasanuddin melalui Departemen Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan seminar nasional bertema “Pilkada Serentak 2020 yang Berintegritas”, menghadirkan nara sumber: Prof. Dr. Muhammad, M.Si (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, DKPP), dan Fridz Edward Siregar, S.H., LL. M., Ph.D. (Komisioner Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia.

Seminar berlangsung di Aula Prof Syukur Abdullah, Lantai 3 Gedung Fisip Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (04/02). Turut hadir Dekan Fisip Unhas (Prof. Dr. Armin, M.Si) beserta jajaran, Ketua dan Sekretaris Departemen, dosen, staf, mahasiswa serta tamu undangan.

Dalam pengantarnya, Dekan FISIP Unhas menuturkan bahwa topik ini sangat menarik dan penting untuk dibahas. Saat ini dengan berbagai kompleksitas penyelenggaraan pemilu menuntut setiap informasi harus benar-benar tersampaikan kepada masyarakat. Harapannya, pemilu yang berintegritas tersebut dapat berjalan sebagaimana harapan publik.

“Kata berintegritas yang dipilih menjadi tema seminar saat ini merupakan pilihan kata yang bijak dan serius. Jika pemilu berintegritas maka sudah pasti tidak akan ada masalah. Para penyelenggara pemilu harus berintegritas, begitu juga peserta pemilu, pendukung dan masyarakat luas juga harus berintegritas,” jelas Prof Armin.

Fridz Edward Siregar selaku pembicara pertama menyampaikan mengenai “Persiapan Bawaslu Dalam Menyambut Pilkada 2020”. Dalam konteks Pilkada, Bawaslu mempunyai mandat sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang-Undang, yang tercantum pada Pasal 22A.

Edward mengatakan untuk penyelenggaraan pilkada 2020, banyak persiapan yang sudah dilakukan oleh Bawaslu. Selain melakukan sosialisasi, Bawaslu juga berkoordinasi dengan KPU dalam mendapatkan akses untuk mengawasi calon kepala daerah, pemuktahiran data pemilih, menyusun indeks kerawanan pemilu, membuat satuan tugas untuk mencegah politik uang dan beberapa kesiapan lainnya.

“Untuk mengawasi jalannya Pilkada, kita butuh partisipasi aktif dari masyarakat. Pemilih harus terlibat aktif, jangan hanya jadi penonton, laporkan kepada kami jika mengetahui adanya indikasi kecurangan,” jelas Edward.

Edward berharap masyarakat secara sadar dan terbuka bisa berperan aktif dalam proses demokrasi. Tidak hanya sekedar mengandalkan Bawaslu dalam melakukan proses pengawasan.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Muhammad, sebagai narasumber kedua memaparkan tentang “Pilkada Serentak 2020 yang Berintegritas”. Menurut dosen Ilmu Politik FISIP Unhas, demokrasi yang diawali dari pemilu, harus menghasilkan pemimpin yang berintegritas, dan pemilu yang berintegritas, diawali dengan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.

“Kita ibaratkan pengawas pemilu adalah wasit. Jika wasitnya tidak berintegritas, maka resonansi konfliknya akan sangat besar, masyarakat akan mulai meragukan apa yang kita kerjakan. Olehnya itu, penyelenggara pemilu yang harus pandai menjaga diri, karena pekerjaan kita mengarah kepada kepercayaan publik,” jelas Prof Hamid.

Kegiatan seminar nasional yang menghadirkan kurang lebih 150 peserta ini berlangsung hingga pukul 16.00 Wita.(*)

Ishaq Rahman, AMIPR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here