Hasil Riset: Mayoritas Warga Makassar Inginkan Pemimpin Baru

0
73

MAKASSAR, ChannelOne23.com – Langkah calon petahana, Moh Ramdhan Pomanto (Danny) untuk kembali merebut kursi Walikota Makassar sepertinya tidak didukung publik. Sebagian besar publik justru menginginkan figure pemimpin baru di Pilwalkot Makassar 2020.

Berdasarkan hasil riset PT General Survei Indonesia (GSI) sebanyak 68,83 persen warga Makassar mengidamkan figur walikota baru, sementara hanya 18,72 persen warga yang masih menginginkan kepemimpinan figur lama. Sisanya 12,45 persen responden tidak menjawab.

“Jadi masyarakat Makassar menyimpulkan bahwa mereka memang butuh figur baru untuk duduk di kursi kepemimpinan Kota Makassar ke depan. Penyebabnya sangat terkait dengan tingkat kepuasan publik yang rendah,” kata Direktur Eksekutif PT GSI, Herman Lilo dalam diskusi di Warkop 212 Toddopuli, Minggu (5/1/2020)

Riset ini digelar pada 8-18 November 2019 kemarin dengan melibatkan 880 responden yang tersebar secara proporsional di 15 kecamatan serta margin of error 3,8 persen.

Menurut riset ini, kepuasan publik terhadap kinerja Danny Pomanto rendah pada masalah penangangan banjir, kemacetan, dan pengangguran. Hanya 33,36 persen masyarakat yang puas terhadap penanganan banjir, sementara 52,75 persen tidak puas. Sisanya 13,89 persen tidak jawab/tidak tahu.

Di sektor penanganan kemacetan hanya 32,91 persen masyarakat yang puas, dan 53,05 persen tidak puas. 14,04 persen tidak menjawab. Pada sektor penanganan pengangguran tingkat kepuasan masyarakat juga rendah, yakni hanya 35,60 persen. Sementara masyarakat yang tidak puas sebesar 51,65 persen. Sisanya 12,75 persen tidak tahu/tidak jawab.

“Penanganan kebersihan sendiri masyarakat cukup puas, namun sebagian besar mengkritik program iuran sampah sebagai program yang memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah,” lanjutnya.

Sebanyak 44,59 persen masyarakat tidak setuju dengan program iuran sampah, dan hanya 40,76 persen yang mengatakan setuju. 14,65 persen sisanya tidak menjawab.

Ketua Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Masika ICMI) Sulsel, Ardiansyah S Pawiru membenarkan adanya keberatan dari ketua RT dan RW terhadap program iuran sampah. “Itu sering mereka keluhkan saat diskusi mengenai pembangunan Kota Makassar karena berat nagihnya ke kelompok-kelompok miskin,” bebernya.
Dia juga mengkritik jargon world city Danny Pomanto yang dinilai hanya lipservice (pemanis bibir) belaka.

“Kata walikota terdahulu Makassar ini world city, tapi sampai hari ini kita tidak punya publik transport yang memadai. Sementara kalau kita bercermin pada Singapura dan kota-kota besar lainnya, saya kira world city masih jauh. Kita ini selalu diidentikkan dengan world city, tapi kapan (terwujudnya.red)? Apakah world city itu bisa selesai hanya dengan bagi-bagi kartu smart saja?” kritiknya pedas.

Dalam diskusi bertema “Sinkronisasi Program Gubernur dan Calon Walikota Makassar” yang digelar Komunitas Wartawan Politik Sulsel tersebut juga hadir Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Sulsel, Prof Dr Yusran Jusuf dan Juru Bicara Calon Walikota Makassar Munafri Arifuddin, Muhammad Fadli Noor.(Muh. Seilessy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here