Jumras, Akhirnya Ditetapkan sebagai Tersangka, Begini Sikap NA

0
81

MAKASSAR, Channelone23.com – Setelah melalui proses beberapa bulan terakhir, kasus pencemaran nama baik Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah akhirnya memasuki babak baru

Mantan Kepala Biro Pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumras, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar.

“Kemarin sudah digelarkan (perkara) dan sudah ditetapkan tersangka,” kata Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko saat memberikan keterangan di kantornya, Selasa kemarin.

Penyidik rencananya akan melakukan pemeriksaan terhadap Jumras sebagai tersangka pekan ini.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku tidak ingin memperpanjang masalah tersebut. Namun, timnya yang tetap bersikeras melanjutkan kasus ini.

“Itu saya bilang, ini kan kita punya tim yang tidak mau paham kita dikasih begitu. Kalau saya sebagai pemimpin nggak mungkinlah kita punya warga dijebloskan,” kata Nurdin saat ditemui di Lapangan Karebosi, Rabu (8/1).

Walaupun begitu, Ia mengaku
masih akan membicarakan kasus ini dengan berbagai pihak. Dan berharap agar kasus ini bisa diselesaikan dengan jalan damai.

“Makanya kita lagi bicarakan. Tuhan aja memaafkan apalagi manusia,” ucap Nurdin.

Seperti diketahui, kasus ini berawal saat sidang Hak Angket Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu, yang digulirkan DPRD provinsi periode 2014-2019. Di hadapan Panitia Angket DPRD Sulsel, Jumras memberi keterangan tertutup dalam sidang hak angket itu.

Belakangan, informasi soal keterangannya akhirnya bocor ke publik. Nurdin Abdullah pun kemudian melaporkan pernyataan Jumras itu ke polisi dengan dugaan pencemaran nama baik.

Ketika ditanya dalam sidang tertutup, Jumras membenarkan pernyataan yang menuding Nurdin Abdullah menerima mahar Rp 10 miliar dari oknum pengusaha pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 lalu.

Jumras sempat melayangkan permintaan maaf secara terbuka terhadap Gubernur Sulsel pada November lalu. Tapi kasus tersebut masih tetap berlanjut. (Iin Nurfahraeni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here