Prodi Bahasa Arab FPBS UPI Kerja Bareng dengan Pesantren Ma’arif Rahayu dalam Meningkatkan Kualitas Guru Madrasah

0
83

Bandung, ChannelOne23.com – Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh dosen adalah pengabdian pada masyarakat. Guna mewujudkan pengabdian tersebut, beberapa dosen PBA UPI mengadakan dua pengabdian masyarakat dalam wujud, 1) Pendampingan Nahwu berbasis learning together dan tarakib syai’ah serta 2) Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran Bahasa Arab/PAI dan Manajemen Pembelajaran di Masa COVID-19.

Dua program pengabdian ini merupakan kerjasama antara Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FPBS Universtas Pendidikan Indonesia dengan Yayasan Daarul Ma’arif Rahayu Maragaasih Bandung yang sebelumnya diawali dengan MoU antara kedua belah pihak.
Program ini dilaksanakan pada pada 19 Agustus 2020. Dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB, terdiri dari 30 guru MTs dan MA Ma’arif Rahayu dan sekitarnya. Kegiatan ini dalam dua kali pertemuan, dan di sela sela kegiatan, Tim melaksanakan wawancara dan menyebarkan angket kepada peserta pengabdian.

Pemateri pada workshop Pendampingan Nahwu berbasis learning together dan tarakib syai’ah ini adalah dosen-dosen Nahwu di Pendidikan Bahasa Arab FPBS UPI yaitu Prof. Dr. Maman Abdurahman, M.Ag, Dr. Wagino Hamid Hamdani, M.Pd, dan Hikmah Maulani, M.Pd. Mereka merupakan pakar atau ahli pada bidang Ilmu Nahwu sedangkan Pemateri pada Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran Bahasa Arab/PAI, dan Manajemen Pembelajaran di Masa COVID-19 ini adalah dosen-dosen IT di Pendidikan Bahasa Arab FPBS UPI yaitu Drs. Tatang, M.Hum dan Asep Irfan, M.Pd.

Terkait workshop pendampingan Nahwu Prof. Maman menjelaskan tentang urgensi Nahwu dalam memahami Alquran. Sejak bahasa Arab yang tertuang di dalam Al-Quran didengungkan hingga kini, semua pengamat baik Barat maupun orang muslim Arab menganggapnya sebagai bahasa yang memiliki standar ketinggian dan keelokan linguistik yang tertinggi, yang tiada taranya


اللغة العربية من اوسع اللغات واغناها وادقاها تصويرا

“Bahasa Arab merupakan bahasa yang terluas dan terkaya kandungannya, serta pemaparannya sangat dalam”.

Kemudian beliau menjelaskan di antara tujuan pengajaran Nahwu: 1) Menumbuhkan kemampuan analisis dan pemahaman fungsi dan hubungan antar kata dalam sebuah kalimat atau; 2) Melatih siswa membuat uslub yang benar; 3) Menyelamatkan siswa dari kesalahan menulis dan berbicara bahasa Arab; dan 4) Mengembangkan kemampuan siswa membedakan yang salah dan yang benar dari setiap kalimat yang didengar atau dibaca serta mampu menyebutkan alasannya.

Selanjutnya, Maulani menjelaskan di antara hasil penelitian tim Nahwu adalah strategi learning together dan tarakib syai’ah. Learning Together adalah teknik dengan tujuan kelompok dan berbagi pendapat dan materi, pembagian kerja dan feedback grup. Model ini menekankan pada empat unsur yakni:

1) Interaksi tatap muka: para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 4 sampai 5 siswa; 2) Interdependensi positif: para siswa bekerja bersama untuk mencapai tujuan kelompok; 3) Tanggung jawab individual: para siswa harus memperlihatkan bahwa mereka secara individual telah menguasai materinya; dan 4) Kemampuan-kemampuan interpersonal dan kelompok kecil: para siswa diajari mengenai sarana-sarana yang efektif untuk bekerja sama dan mendiskusikan seberapa baik kelompok mereka bekerja dalam mencapai tujuan mereka.

Pemateri ketiga Dr. Wagino Hamid Hamdani, menjelaskan bahwa manfaat Nahwu dan Sharaf dalam memahami Islam, beliau menuturkan bahwa Nahwu itu terbagi kepada tiga bagian, 1) an-Nahwu at-taqlidi, 2) an-Nahwu asy-syakli, dan 3) an-Nahwu at-tahwiili wa at-tauliidi.

Begitu juga dengan i’rab, 1) al-i’rab an-nadzhari, 2) al-i’rab at-ta’liimi, dan 3) al-i’rab at-tathbiiqi.

Sedangkan dalam pelatihan Pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) Dalam Pembelajaran Bahasa Arab/PAI dan Manajemen Pembelajaran di Masa COVID-19, Tatang menjelaskan bahwa “pemanfaatan ICT pada saat ini sangatlah penting, mengingat merebaknya pandemic COVID-19, semua guru khususnya guru Bahasa Arab minimal harus mengetahui sistem pembelajaran secara virtual”.

Ia juga menjelaskan bahwa media yang ada untuk menajemen kelas di antaranya Google meet, classroom form, Edmodo, Quizeez, dll. Namun pada pemanfaatan pembelajaran saat ini kita memfokuskan pada aplikasi dalam google seperti Google meet, classroom form. Karena yang paling mudah dijangkau dan digunakan.

Pada dasarnya, pembelajaran secara digital ataupun daring yang berbasis IT ini sudah ada sebelumnya dan cukup trend di dunia pendidikan kita, akan tetapi masih banyak guru yang belum memahami metodenya apalagi mempraktikannya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pengalaman guru dalam menggunakan aplikasi pembelajaran secara digital.

Dalam pelatihan ini, Tatang juga menjelaskan beberapa strategi pembelajaran daring di masa pandemic COVID-19 ini. Pertama, tetapkan manajemen waktu, dapat mengatur waktu belajar dengan teratur. Hal ini memudahkan pihak sekolah memberikan batasan jadwal akses daring kepada murid-muridnya. Juga akan berbeda jika penyedian layanan pendidikan memberikan fleksibilitas penuh kepada pelajar. Para siswa mesti mengatur sendiri jadwal belajar mereka.

Kedua, persiapkan teknologi yang dibutuhkan. Para guru harus mengetahui peralatan-peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Tidak semua sekolah sudah menyediakan layanan belajar daring yang memadai, oleh karenanya beberapa platform belajar daring dapat menjadi alternatif.

Demikian juga perkakas teknologi seperti komputer, gawai pintar, atau tablet menjadi penting, dan terutama juga jaringan internet yang laik. Ketiga, jaga komunikasi dengan murid dan orang tua. Bagi yang belum terbiasa melakukan remote learning, ia harus menyesuaikan diri untuk terus visible dan berkomunikasi tanggap dengan murid atau orang tuanya. Jika dibutuhkan, perlu juga diadakan grup khusus untuk membahas tugas yang dibebankan pengajar. Kendati tidak harus dilakukan dengan tatap muka, komunikasi mesti terjalin dengan baik untuk menghindari kesalah pahaman.

Gunakan momen-momen semacam ini untuk mengasah keterampilan komunikasi daring yang dilakukan. Jika memang belum yakin dengan hasil tugas yang dikerjakan, segera hubungi pengajar. Lakukan sesegera mungkin untuk menunjukkan komitmen bahwa kita serius untuk belajar.

Selanjutanya, masuk pada tahapan aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran secara virtual atau daring. Pemateri kedua Asep menjelaskan bahwa ada banyak aplikasi pembelajaran secara virtual class yang dapat digunakan oleh guru. Aplikasi tersebut antara lain adalah Rumah Belajar, Edmodo, Google Classroom, Quipper School, Webex, VC Zoom, Whatsapp, Line, Telegram, Instagram, Ruang Guru, dll.

Masing-masing aplikasi yang desebutkan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, guru dapat memilih aplikasi yang nyaman dan mudah sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

Asep menjelaskan aplikasi yang mudah dalam pembelajaran secara daring atau virtual, yaitu Google Classroom. Google Classroom merupakan salah satu aplikasi virtual class yang menurut pemateri lebih sederhana, mudah digunakan dan dipahami. Penggunaan aplikasi ini tidak membutuhkan proses instalasi khusus.

Penggunaanya cukup dengan menggunakan akun email google masing-masing. Fitur dan menunya tidak begitu sulit sehingga mudah digunakan oleh guru maupun siswa. Dengan aplikasi ini guru dapat mengirimkan materi Bahasa Arab baik dalam bentuk narasi baik video yang telah guru persiapkan sebelumnya.

Google Classroom adalah suatu aplikasi pembelajaran campuran yang diperuntukkan terhadap setiap ruang lingkup pendidikan yang bermaksud untuk menemukan jalan keluar atas kesulitan dalam membuat, membagikan, dan menggolong-golonngkan setiap penugasan tanpa kertas. Perangkat lunak ini telaj diperkenalkan sebagai keistimewaan Google Apps For Education yang dipublikasikan sejak 12 Agustus 2014.

Adapun tahapan yang harus dilakukan membuat pembelajaran menggunakan Google Classroom sebagai berikut: Pertama, buka classroom.google.com; Kedua, di halaman kelas, klik tambahkan (tanda +) lalu pilih buat kelas; Ketiga, masukan nama kelas; Keempat, untuk memasukkan deskripsi singkat, tingkat kelas, atau jadwal kelas, klik bagian dan masukkan detailnya; Kelima, untuk menambahkan mata pelajaran, klik mata pelajaran, lalu masukkan nama atau klik salah satu nama dari daftar yang muncul ketika memasukkan teks; Keenam, untuk memasukkan lokasi kelas, klik ruangan dan masukkan detailnya; Ketujuh, klik buat. Kemudian, Google Classroom akan memberikan kode otomatis yang berguna untuk dibagikan ke murid-murid.

Aplikasi ini juga dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu sehingga memudahkan guru untuk melakukan evaluasi setiap kegiatan yang telah dilakukan siswa. Di samping itu, dengan aplikasi Goggle Classroom dapat dilakukan pemantauan proses diskusi kelas sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif. Siswa juga dapat mengulang materi yang telah diposting agar lebih paham lagi.

Hal ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Akhirnya, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universtas Pendidikan Indonesia dalam rangka share pengalaman atau membimbing masyarakat guru sekitar Margaasih dalam memperdalam dan mempermudah menguasai bahasa Arab menggunakan teknologi yang menunjang pembelajaran selama masa pandemi COVID-19.

Insya Allah, kegiatan ini akan diteruskan ke tingkatan kedua, bagi yang lulus dalam tingkatan pertama, dan begitu seterusnya, sampai mereka menguasai benar-benar beberapa aplikasi secara baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here